Skeet & Trap Diperkenalkan di Palembang

Kuniawan Juri Skeet &Trap Sumsel

Kuniawan Juri Skeet &Trap SumselKurniawan.

Tidak banyak jury yang terlibat dalam latihan jelang  Asian Games 2018 di Indonesia, yang mengerti tentang cabang skeet & trap. Salah satunya Kurniawan, petembak asal Palembang yang juga Ketua Bidang Tembak Reaksi Perbakin Sumsel.

Iwan, panggilan dekatnya, sudah mulai menembak sejak 2002 yang diawali dengan berburu. Namun lama-lama ia merasakan kenikmatan, dan kemudian menekuni karir juga sebagai atlet tembak reaksi Sumsel.  Tahun 2007, saat itu di Palembang atlet tembak reaksi tidak banyak, karena merupakan cabang baru yang diperkenalkan di kotanya.

Tembak reaksi, bagi Iwan, sangat dinamis, menggunakan kecepatan dan ketepatan menembak dengan kekuatan yang cukup besar. “Tehniknya betul-betul harus diperhitungkan dengan matang sebelum menembak,” ungkap Iwan, yang ditemui saat mengikuti Road To Asean Games untuk jury skeet & trap di Lapbak Kartika Cilodong.

Kuniawan Juri Skeet &Trap SumselBaginya skeet & trap adalah pengetahuan baru dan pengalaman yang baru, karena menggunakan sasaran terbang (clay target), dan juga menggunakan kecepatan dan ketepatan seperti pada cabang tembak reaksi.

“Saya bersyukur bisa dapat kesempatan untuk memperdalam ilmu ini langsung dari Malaysia,” tukas Iwan, yang sebelumnya sempat mengikuti latihan serupa di Kuala Lumpur. Dengan ilmu yang didapat, sebagai shooter ia juga berkewajiban untuk memperkenalkan tentang skeet & trap kepada petembak di Sumsel.

Saat ini di Indonesia hanya tersedia dua lapangan tembak dengan fasilitas Skeet & Trap, yakni Lapbak Kartika di Cilodong dan Lapbak Jakabaring Sport City di Palembang yang tengah dipersiapkan untuk menyambut Asian Games.

Penulis = pelitha nur aminy

Related posts

Leave a Comment