Separuh Waktu Berburu

Steven Djajadininggrat

 

Steven Djajadininggrat

Steven Djajadiningrat.

PRIA yang tergabung dalam klub berburu Leopard ini menghabiskan hampir separuh waktunya di hutan dengan berburu. Ia mewarisi ilmu dan bakat berburu dari sang ayah, yang sedari kecil sudah memperkenalkannya pada hutan.

Meski Steven menduduki posisi penting di salah satu bank swasta tanah air, dan ditengah sempitnya waktu ia tetap mengatur jadwal berburu minimal dua bulan sekali. “Kita memiliki hutan berburu yang dekat dengan Jakarta, di Karawang,” ungkap Steven, yang diwawancarai di kantornya di kawasan Rawamangun Jakarta.

“Sebelum menikah saya  sudah berburu, sampai sekarang. Bahkan anak saya sering juga diajak. Selalu ada kerinduan untuk membidik babi hutan,” kata ayah dari Vincent, yang juga atlet petembak nasional.

Kesenangan berburu yang diwarisi sang ayah, selain menular pada Steven juga pada sang kakak Jemmy Djajadiningrat. Keduanya kerap menelusuri hutan bersama, termasuk berburu ke Bengkulu dan Kalsel. Perburuan juga beberapa kali dilakukan di hutan mancanegara.

“Berburu itu butuh ketajaman dan kehati-hatian. Makna ini juga bisa kita terapkan dalam menjalani profesi saya, butuh ketajaman analisa dan kehati-hatian,” akunya.

Steven Djajadininggrat

Di Bengkulu, Steven memiliki basecamp sendiri diantara hutan sawit milik swasta dan perkebunan rakyat. Pilihannya tersebut memang tak sia-sia karena selain enjoy buat berburu, juga masih cukup banyak tersedia babi hutan.

Pernah dalam satu session ia bisa mendapatkan 25 ekor babi selama tiga hari berburu. Leopard Shooting Club (LSC) klub dimana ia bernaung kini beranggotakan 32 orang lebih. Komunitas ini pun dan tak pernah lelah untuk menemukan lokasi berburu yang baru.

“Ada juga daerah yang sulit kita menemukan babi hutan, seperti di Karawang dan sekitarnya karena wilayahnya terlalu luas. Babinya si ada, tapi susah bidiknya,” kata Steven.

Menembak babi itu berbeda dengan olahraga lainnya, karena sasaran yang akan dibidik selalu bergerak. Begitu juga dengan waktu berburu. Biasanya berburu dilakukan saat menjelang sore hari sekitar pukul 15.00 hingga pukul 23.00 malam. Waktu ini memang sangat tepat untuk mencari sasaran babi hutan.

Penulis = pelitha nur aminy

Related posts

Leave a Comment