Otodidak di Tembak Reaksi

Benny pendiri Kresna Shooting Club

Benny pendiri Kresna Shooting ClubBenny G.R. Sutanandika – Pendiri Kresna Shooting Club (KSC).

Kresna Shooting Club (KSC) mendaulat diri sebagai klub pertama yang ada cabang tembak reaksi pada olahraga menembak, dan pencetusnya adalah Benny G.R. Sutanandika. Ia mendirikan KSC di tahun 1998 dan dikukuhkan pada tahun 2000, di mana saat ini pengetahuan tentang tembak reaksi di kalangan petembak juga masih minim.

Cerita Benny kepada menembak.com, tembak reaksi dulu disebut combat shooting dan dibawa pertama kali tahun 1997. Kebetulan yang ikut penataran pertama tentang tembak reaksi adalah Ketua PB Perbakin Bambang Trihatmodjo, melalui tangan dia, tembak reaksi lantas diperkenalkan kepada petembak di Indonesia yang berminat.

Benny sendiri memulai karir tembak reaksi di akhir 1997, belajar secara otodidak kepada petembak yang sudah lebih dulu mahir. Prinsipnya, setiap orang bisa menembak. Asal sudah berbunyi dar der dor itu namanya sudah menembak, namun kemana arah tembakan itu harus kena. Itulah tembak reaksi, tepat sasaran, cepat dan dapat mengenai target.

Benny pendiri Kresna Shooting Club

Ia sempat berhenti menembak saat kerusuhan 1998 karena lapangan tembak senayan di tutup, dan baru dibuka kembali pada Juli 1998. Selama tidak latihan menembak Benny baru terasa, badan lemas dan ia merindukan aroma mesiu dan letusan senjata. “Pertama kali saya gunakan senjata jenis revolver yang enam peluru, setelah itu saya pakai bernadelly,” ujar Benny, dan setelah mahir ia pun meneruskan ilmunya kepada siapa saja yang mau belajar.

Kini KSC sudah berkembang pesat, bisa melaksanakan kejuaraan menembak level internasional dan memiliki agenda tahunan secara khusus. Peran Benny sebagai pendiri tidak bisa dianggap enteng, ia juga tetap melatih para petembak di klub, dan tak segan mengajari siapapun yang bertanya kepadanya tentang tembak reaksi. (itha)

 

 

 

Related posts

Leave a Comment