Malaysia Latih 5 Jury Indonesia Untuk Cabang Skeet & Trap

Skeet & Trap

Rajiv SinghPelatih menembak yang juga jury asal Malaysia, Rajiv Singh sudah beberapa hari ini melatih para jury Indonesia, untuk cabang skeet & trap di lapangan tembak Kartika, Cilodong Depok, 4 – 12 November 2017.

Cabang ini dipersiapkan untuk diperlombakan pada Asian Games 2018 di Jakarta dan Palembang. Ke lima jury yang dilatih masing-masing Agus Budi Hartono dan Inca dari Jakarta dan tiga jury lainnya berasal dari Palembang, di antaranya Ahmad Kurniawan dan Novi, sebelumnya  A. Kurniawan sempat menjalani latihan serupa di Malaysia dengan pelatih yang sama. “Ini untuk pemantapan saja,” tukas A. Kurniawan, yang ditemui di lapangan tembak Kartika.

Menurut Agus Budihartono, skeet & trap ini sebelumnya sudah pernah dimainkan di Indonesia oleh warga sipil, misalnya Keluarga Sumendap, pemilik Bouraq air dulu termasuk petembak yang dikenal untuk cabang ini.

Namun sekarang lebih banyak dimainkan oleh prajurit TNI yang tergabung dalam klub menembak Perbakad. Di indonesia jumlah atletnya belum begitu banyak, hanya sekitar tujuh atlet, karena itu peluang bagi sipil untuk masuk di cabang ini sangat besar.

Skeet & TrapSenjata yang digunakan adalah shotgun dengan peluru tabur, artinya satu peluru proyektilnya terdiri dari butiran timah yang jumlah dan ukurannya disesuaikan dengan sasaran tembak.

Indonesia hanya memiliki dua lapangan skeet & trap yakni di lapangan tembak Kartika Cilodong dan satu lagi yang kini tengah dipersiapkan adalah lapangan tembak Jakabaring Sport City di Palembang. Sebelumnya Lapbak Senayan juga ada tetapi kini dipergunakan untuk latihan atlet tembak reaksi.

Untuk lebih lengkap tentang skeet & trap kami akan mengupasnya lebih lengkap pada tulisan berseri di content dunia menembak.

Penulis = pelitha nur aminy

Related posts

Leave a Comment