Gerry Sutanandika – Improvisasi dengan Waktu yang Minim

Gerry Sutanandika

Gerry SutanandikaTak ada kata terlambat untuk menimba ilmu, itu pula yang selalu diinginkan Gerry Sutanandika saat memutuskan menekuni olahraga menembak. Meski banyak ilmu diperoleh dari sang bapak yang juga seorang shooter, tapi ia terus belajar dan menggali ilmu menembak dari ahli-ahli yang lain.

Salah satunya ilmu dari Simon JJ Racaza, juara tembak dunia. “Dari tahun 1998 saya sudah belajar dengan banyak petembak, JJ guru saya yang kelima, dan bisa bertambah lagi karena ilmu itu tidak ada batasnya,” ungkap Gerry, usai mengikuti latihan dua hari bersama JJ, di Lapbak Senayan beberapa waktu lalu.

Dengan belajar, Gerry bisa paham apa yang menjadi kelemahannya dan itu harus diperbaiki. Karena pada dasarnya semua shooter sudah tahu pondasi menembaknya seperti apa. Tinggal mengasah kemampuan dalam diri.

Gerry SutanandikaMisalnya dalam menembak shooter harus tahu dan paham karateristik senjata yang digunakan, seberapa berat triggernya, kedalaman space trigger dan berlatih cepat, tangkas untuk melakukan tembakan.“ilmu yang tak kalah penting saya dapat dari JJ adalah tentang stage management,” ungkap Gerry.

Efisiensi di tengah minimnya waktu saat harus menyelesaikan satu stage. Rajin berlatih adalah kunci untuk meningkatkan kemampuan ketrampilan seperti yang sudah diajarkan oleh JJ. Pelajari dengan seksama setiap stage, pikirkan dengan tidak terburu-buru dan lakukan tembakan cepat dan tepat.

Penulis = itha

Related posts

Leave a Comment