Brandon Gerald Runudale – Terlahir dari Keluarga Berburu

Brandon Gerald Runudale

Brandon Gerald RunudaleDarah olahraga menembak mengalir deras dalam diri Brandon, meski ia sempat menekuni barongsai – seni tradisional masyaraka Tionghoa—tapi keinginannya untuk memilih menembak sebagai bagian dari aktifitas kesehariannya sangatlah kuat.

Semuanya berjalan seiring, barongsai dan menembak yang ia mulai sejak duduk di bangku taman kanak-kanak hingga sekolah dasar. Latihan dasar menembak ia peroleh dari sang ayah, Hery Runudalie dan pamannya Budi Runudalie. Dan hampir seluruh keluarga besar Brandon, mulai dari kakek, paman dan ayahnya adalah pemburu. Mereka bersama-sama sering keluar masuk hutan di Gorontalo untuk berburu. Jadi senjata dan menembak tidak lepas dari keseharian Brandon kecil.

Brandon yang lahir di Manado 7 Agustus 1998 terus mengasah diri dalam olahraga ini. Dan ia juga mulai berani mengikuti turnamen yang diadakan di daerahnya, bahkan pada kejuaraan menembak Kapolda Cup di Yogjakarta  Brandon sempat meraih gelar juara pertama dari 120 petembak yang mengikuti kegiatan ini.

Brandon Gerald Runudale
Brandon Runudale (paling kanan)

Begitu pula saat event di Manado tahun 2017, untuk AA IPSC air soft Brandon meraih juara pertama, dan mendapat tempat pertama pula untuk menembak senjata api 100 meter. Belum lama ini, di tahun 2018 ia kembali meraih gelar juara 2 untuk kelas U grade Production di Surabaya, dan mengikuti penataran sertifikasi IPSC di Surabaya.

Untuk urusan menembak Brandon memang tidak main-main, ia berusaha keras mengasah kemampuan menembaknya dari hari ke hari. Dan di sela kesibukannya sebagai mahasiswa di Universitas Pelita Harapan Surabaya, dan kecintaannya sebagai pemain musik di gereja, Brandon tetap rajin berlatih menembak. “Saya ingin jadi petembak yang bisa mengharumkan nama bangsa dan negara,” tukasnya.

Penulis = pelitha nur aminy

Related posts

Leave a Comment