Awal coba coba jadi ketagihan

Nanet Atlet Petembak Eagle Shooting Club

Dibalik hingar bingar suara letusan senjata api di lapangan tembak Senayan Jakarta, dari kejauhan nampak sesosok wanita yang bergerak lincah menarik picu senjata. Sesekali ia terdiam untuk berkonsentrasi  dan fokus dengan bidikan targetnya.

Dorr…beberapa peluru meletus dan sang penembak Netra Sakanti Putri—atau biasa disapa Nanet—berpeluh senang sambil tersenyum. Senyum kepuasan manakala bidikannya tepat mengenai sasaran di tengah lingkaran. Nama Nanet memang cukup dikenal di lapangan tembak Senayan, selain rutin berlatih, ia adalah satu-satunya wanita yang paling rajin berlatih menembak di antara para pria yang ada di lapangan. “Awalnya saya ikut temen coba-coba dulu, eh tahunya lama-lama ketagihan,” tutur wanita cantik bertubuh langsing ini, seraya mengulurkan tangan menyambut jabat erat dari tim Majalah Menembak.

Ada kesenangan yang tak bisa dilukiskan dengan kata-kata, meski awalnya sempat takut untuk menekuni olahraga ini, tapi Nanet berpantang surut. Ia senang melakukan tantangan untuk menaklukkan apa yang diinginkannya. “Terus terang saya benar-benar ketagihan,” jelas Nanet yang mulai masuk dunia menembak sejak 2011. Sejak itu ia intens berlatih dan mencoba ikut di berbagai kejuaraan. Setiap kali menembak Nanet merasakan adrenalinnya meningkat saat letusan terdengar dan bau mesiu menguap ke angkasa.

Nanet Atlet Petembak Eagle Shooting Club

Dibanding dengan olahraga lain, Nanet memang sudah jatuh cinta pada menembak. Ia tidak saja melihat menembak sebagai olahraga yang prestige dan mahal. “Enggak juga, smuanya bisa terukur, kan pistol tidak harus beli. Dan yang paling penting bagi saya, kesenangan ini tidak bisa dibayar dengan harga apapun,” tutur Nanet, yang selalu tampil modis dan cantik saat menembak. Ia juga berharap prestasinya semakin membaik dengan latihan serius dan ketekunan.

Setiap menembak masing-masing orang memiliki kesenangan sendiri akan senjata yang ia gunakan, begitu pun gaya saat menembak. Meski sebelum meletuskan senjata, para penembak sudah dibekali ilmu tentang penggunaan senjata, namun tetap saja ada jenis senjata yang membuatnya nyaman saat melakukan olahraga ini. Nanet memilih jenis standard dengan merk STI. “Saya nyaman menggunakannya karena membuat saya bisa lebih fokus dan konsentrasi, dua hal ini sangat diperlukan oleh seorang penembak untuk tepat sasaran ke bidikan target,” ungkapnya.

Dalam menekuni menembak, Nanet mendapat dukungan penuh dan positif dari seluruh angota keluarga dan temen terdekatnya. Karena itu ia pun berusaha berlatih baik dan mendapat prestasi baik pada kejuaraan menembak yang sering diadakan di Indonesia. Nanet tercatat sebagai juara pertama STD ladies IPSC di Jakarta dan beberapa kali menang pada event menembak di luar kota. Setiap hari Nanet berusaha untuk terus latihan, namun optimal waktu latihan dilakukan di akhir pekan. “Pokoknya setiap ada libur dan kesempatan, saya pasti ada di lapangan tembak,” tukas Nanet yang tergabung dalam klub Eagle Shooting Club. Di klub ia terbantu karena diajarkan untuk mengenal senjata dengan baik, dari cara memegang pistol, membidik dengan benar, mulai dari menembak presisi hingga menembak reaksi seperti yang ditekuni Nanet sekarang.

Untuk terus menjaga stamina dan konsentrasi pada menembak, wanita kelahiran tahun 1976 ini juga mengimbanginya dengan berenang dan yoga. Dua unsur yang membuat raganya selalu fit, langsing dan terjaga. (itha/die)

 

Related posts

Leave a Comment